Selasa, 19 Mei 2009

Pendidikan Tinggi

11.PENDIDIKAN TINGGI: UIN SGD Jadi Universitas Dunia

BANDUNG (Ant/Lampost): Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung terus melakukan pembenahan sebagai persiapan menghadapi persaingan global menjadi universitas berskala internasional.
"Kami terus melakukan persiapan guna mencapai target menjadikan UIN SGD sebagai universitas berskala internasional pada 2020," kata Rektor UIN SGD Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S., pada pidato dies natalis ke-41 di Bandung, Rabu (8-4).
UIN SGD terus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri yang menunjang peningkatan lembaga pendidikan tinggi tersebut. Juga terus disiapkan membuka kelas internasional untuk mahasiswa asing, sebagai salah satu upaya pencapaian target berskala internasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf dalam sambutannya mendukung upaya UIN SGD menjadi universitas kelas dunia. Lulusan UIN SGD harus mampu bersaing dengan sumber daya manusia (SDM) dari perguruan tinggi ternama internasional.
Sebelumnya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang juga bertekad menjadi universitas riset berkelas dunia yang pada tahap awal 2000--2005 melakukan efisiensi internal dan memperbanyak kegiatan penelitian.
Rektor Undip Prof. Susilo Wibowo dalam pidato dies natalis ke-50 Undip di Semarang, mengatakan untuk mencapai sasaran universitas riset berkelas dunia pada 2025, pihaknya membagi lima fase pengembangan.
Fase pertama melakukan efisiensi internal, kemudian pada 2005--2010 persiapan sebagai universitas riset, kemudian pada 2010--2015 memasuki fase embrio universitas riset, lalu lima tahun kemudian universitas riset, dan pada 2020--2025 penguatan universitas riset, yang pada fase ini Undip akan bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka di dunia.
Menurut Susilo, Undip memiliki modal untuk memasuki gelangan percaturan akademik dan riset di tingkat internasional, sebab menurut Times Higher Education Survey (THES) Oktober 2006, perguruan tinggi terbesar di Jateng ini menempati posisi 495 perguruan tinggi terbaik di dunia dari sekitar 11 ribu PT yang disurvei.


12.Bappenas: Peran Perguruan Tinggi Penting

BANDUNG, RABU - Pemerintah optimistis mampu meraih laju pertumbuhan ekonomi (LPE) tahun 2009 sebesar 5,5 persen kendati berada dalam kondisi krisis global. Dua upaya utama yang dipersiapkan antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi domestik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Paskah Suzetta menjelaskan realisasi pencapaian LPE nasional sampai akhir tahun lalu berkisar 6,1 persen . Sementara tingkat pengangguran berada pada posisi 15,4 persen.
"Tahun 2009, ditargetkan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen agar tingkat pengangguran bisa berkisar 9,3 persen," kata Paskah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (7/1) .
Untuk meraih target tersebut, pemerintah telah merencanakan stimulus penguatan yang telah disesuaikan dengan ketentuan presiden dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009. Stimulus yang akan dilakukan pemerintah, jelas Paskah, yakni penguatan ekonomi domestik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan tinggi pun menjadi salah satu penentu. Alasannya, dalam konteks daya saing global, peranan pendidikan tinggi sangat penting dalam mendorong percepatan kemajuan bangsa.
Pemerintah sendiri mengambil strategi pengembangan dinamika pengembangan ekonomi global yang digerakan ilmu pengetahuan. Paskah mengatakan, strategi ini menempatkan pendidikan tinggi pada posisi yang strategis.
"Lulusan perguruan tinggi akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Inilah yang disebut knowledge driven economic growth," katanya.
Saat ini, pembangunan pendidikan nasional masih belum memadai untuk menghadapi persaingan global. Daya saing masih lemah dibandingkan negara lain. Salah satu indikatornya terlihat dari angka paritisipasi kasar (PT) pada jenjang perguruan tinggi yang pada 2007 hanya berkisar 17,25 persen . Padahal APK Thailand mencapai 42,7 persen, Malaysia 32,5 persen, dan Filipina 28,1 persen .
Mengacu pada World Compteitiveness Report 2007-2008, posisi Indonesia di ASEAN berada pada urutan keempat. Singapura berada di posisi pertama, Malaysia kedua, dan Thailand ketiga.
"Dalam konteks penguasaan iptek, Indonesia tergolong pada kelompok technology adaptor countries. Dengan kata lain baru bisa mengadopsi teknologi dan belum sampai pada tahapan implementasi. Pendidikan kita masih banyak yang masih harus diperbaiki," paparnya.
Paskah menyebutkan, pemerintah telah melakukan komitmen politik untuk memperkuat sektor pendidikan. Salah satunya dengan mengalokasikan 20 persen APBN 2009 untuk kegiatan pendidikan nasional.
Alokasi dana pendidikan pada tahun ini berkisar Rp 207,4 triliun. Dalam konteks pendidikan tinggi, penambahan alokasi pendidikan berfokus kepada peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan, serta peningkatan mutu pendidikan dan penelitian untuk memperkuat daya saing bangsa.


13.Indonesia-Perancis Jajaki Kerjasama Pendidikan Tinggi

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Perancis menjajaki kerjasama pendidikan tinggi bidang pariwisata dan perhotelan. Kerjasama yang akan dijalin diantaranya adalah pertukaran tenaga pengajar, gelar ganda, serta pendidikan jenjang pascasarjana (S2) dan doktoral (S3). Kerjasama ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, Bagian Kerjasama dan Kebudayaan Besar Perancis, dan CampusFrance Indonesia.

Para perwakilan institusi pendidikan tinggi Perancis mulai 4-9 Mei 2009 akan mengunjungi beberapa perguruan tinggi bidang pariwisata dan perhotelan di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Bali.
Direktur Kelembagaan Departemen Pendidikan Nasional Hendarman dalam siaran persnya menyampaikan, pemerintah akan memfasilitasi perizinan untuk pertukaran tenaga pengajar kepada institusi pendidikan tinggi yang akan saling menjalin kerjasama. "Bentuk kerjasama bisa dalam pertukaran dosen. Mereka akan mengunjungi Universitas Trisakti, Bina Nusantara, dan ke sejumlah universitas di Bandung. Kalau mereka melihat kerjasama ini bagus, ya bisa dipercepat, tergantung mereka," katanya.
Menurut Hendarman, kerjasama dapat dijalin atas pengakuan masing-masing institusi. Dia mencontohkan, untuk gelar ganda, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.26 Tahun 2007 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Perguruan Tinggi atau Lembaga Lain di Luar Negeri, harus disepakati persentasi perkuliahan di kedua universitas. Pada pasal 12 ayat 2 disebutkan, untuk memperoleh ijazah, gelar akademik dan/atau vokasi, program studi pada program gelar ganda memiliki kesamaan beban studi paling sedikit 75 persen. "Supaya nanti ada pengakuan dua-duanya. Nah, ini bagus karena mahasiswa kita juga bisa memasuki kompetisi global itu," katanya.
Atase Kerjasama Ilmiah dan Teknik Perancis Dominique Dubois menyampaikan, bidang turisme memiliki dampak yang besar terhadap perekonomian Perancis. Dia menyebutkan, konsumsi bidang turisme sebanyak Eur 118 milyar per tahun dan sebanyak 35 persen adalah dari luar Perancis. Sementara, lanjut dia, pembelanjaan sektor turism menunjukkan angka positif sebanyak Eur 13 milyar setiap tahun. Penduduk Perancis yang keluar negeri membelanjakan 27 milyar, sedangkan turis yang datang membelanjakan Eur 40 milyar. "Sekitar 80 juta orang berkunjung ke Perancis per tahun. Perancis adalah salah satu tujuan turis di dunia," katanya.
Dominique mengatakan, bisnis di sektor turisme mempekerjakan 850.000 pegawai. Dia menyebutkan, di Perancis terdapat sebanyak 25.000 hotel, 120.000 restoran dengan turn over sebanyak Eur 17 juta. "Di bidang pendidikan terdapat sebanyak 2,2 juta pelajar dan 260.000 diantaranya adalah pelajar asing," katanya.
Dominique menyebutkan, di Perancis terdapat sebanyak 3.500 institusi pendidikan baik negeri maupun swasta. Dia menjelaskan, pelajar asing yang datang ke Perancis diperlakukan tidak seperti orang asing pada umumnya. Mereka, kata dia, memiliki beberapa keuntungan seperti para pelajar Perancis. "Mereka tidak dibebankan sebagai pembayar pajak," katanya.
Dominique menjelaskan, sistem pendidikan di Perancis menganut sistem Eropa yang disebut LMD atau License (setara S1), Master (S2), dan Doctor (S3). Jenjang License, kata dia, ditempuh selama enam semester, empat semester tambahan untuk program master, dan minimum tiga tahun untuk program doctor. "Di Eropa juga terdapat sistem transfer kredit," katanya.


14.2009, Perguruan Tinggi Tak Boleh Naikkan Sumbangan Pendidik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal menyatakan, perguruan tinggi negeri tidak dibolehkan menaikkan sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) pada 2009. Kebijakan ini, kata dia, sudah disepakati oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat dengar pendapat pekan lalu. “Akan dibuat peraturannya segera,” kata dia usai memberikan pemaparan tentang Olimpiade Sains Nasional tingkat Perguruan Tinggi di Jakarta, Kamis (25/9).
Sebagai gantinya, ia menjelaskan, perguruan tinggi negeri akan diberi kompensasi seperti pengalokasian dana riset dan tunjangan profesi untuk dosen dan guru besar. Selain itu masih ada alokasi anggaran untuk jurnal dan pertemuan ilmiah oleh asosiasi keilmuan. Departemen Pendidikan Nasional akan mengalokasikan dana penelitian Rp 2,3 triliun untuk 7.900 peneliti di luar dosen perguruan tinggi negeri dan swasta. Tema penelitian, kata Fasli, akan difokuskan pada pangan, keanekaragaman hayati, energi dan energi alternatif, kesehatan, relasi sosial, transportasi, dan pertahanan.
Selain untuk dosen di perguruan tinggi, anggaran juga akan diberikan untuk peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) dan Badan Sertifikasi Nasional (BSN). “Untuk peneliti di luar perguruan tinggi, dialokasikan dana Rp 790 miliar,” katanya.
Gaji dosen juga akan meningkat seiring naiknya anggaran pendidikan. Jika sebelumnya dosen pegawai negeri sipil golongan III/B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun mendapat Rp 1,8 juta, tahun depan angkanya bertambah menjadi Rp 2,26 juta. Untuk guru besar yang berstatus PNS golongan IV/E bersertifikat gajinya naik tajam dari Rp 5,1 juta menjadi Rp 13,5 juta.
Untuk jurnal dan pertemuan ilmiah oleh asosiasi keilmuan, Fasli menjelaskan, ada anggaran sebesar Rp 500 juta untuk tiap asosiasi. “Syaratnya jurnal terus berjalan, dan penelitian oleh asosiasi telah dirancang berdasarkan agenda,” ujarnya.


15.Mendiknas Janjikan Pendidikan Gratis

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menjelaskan tiga komitmennya dalam meningkatkan pendidikan. Ketiganya adalah pendidikan gratis, akses ke pendidikan tinggi, dan kesejahteraan guru.
Bambang menegaskan akan memberi perhatian yang sangat besar pada pendidikan dasar dan menengah. "Karena itu menyangkut hak warga negara atas pendidikan," ujarnya. Hak atas pendidikan dasar adalah wajib bagi pemerintah untuk menyediakannya.
Pendidikan gratis dapat diwujudkan bagi segmen tertentu masyarakat, yang memang pantas untuk digratiskan. "Tapi untuk orang kaya, saya tidak akan memberikan gratis," katanya.
Bambang menjelaskan, ada proses pendidikan yang memaksimalkan mutu akan melalui proses kompetitif, tapi ada juga porsi pendidikan yang tidak mungkin dijalankan dengan mekanisme kompetitif. "Terutama jika terkait hak warga negara, yaitu wajib belajar," tuturnya.
Tentang pendidikan tinggi, Bambang mengatakan yang paling penting adalah mutu, bukan pemerataan. "Tapi kalau menyangkut pendidikan wajib, isunya adalah pemerataan," ujarnya. Karena menyangkut hak warga negara atas pendidikan yang dijamin dalam konstitusi. Tetapi isu pendidikan tinggi adalah bagaimana melahirkan putra-putra bangsa yang menonjol dan kompetitif. "Dan itu tidak mungkin dihasilkan dengan proses yang murah," tegasnya.
Ia berjanji akan memberi akses bagi mereka yang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi. "Itu bisa diatur," ujarnya seraya menambahkan dengan opsi pengembangan sistem subsidi silang pembiayaan pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar