Minggu, 15 Februari 2009

Profil Saya..



Assalamu’alaikum Wr.Wb………..
Saya Dwi Yunita biasa dipanggil Dwi oleh teman-teman saya, sedangkan di rumah saya biasa dipanggil Yunita, tahun ini saya menginjak usia 20 tahun. Sekarang saya sedang menjalani perkuliahan semester empat di Universitas Negeri di Jakarta (UNJ)...
Di sini saya akan mencoba untuk memperkenalkan diri saya, dari mulai saya lahir sampai dengan saya sebesar sekarang dan cita-cita saya kedepan….
Saya lahir pada tanggal 29 Juni 1989di sebuah Rumah Bersalin di Jakarta. Saya lahir dari Ayah yang bernama Eddy Djunaedi dan Ibu yang bernama Umiati. Kedua orang tua saya sampai sekarang mereka masih aktif bekerja di Jakarta. Bapak (50 tahun) adalah seorang karyawan swasta di PT. Gapura Angkasa Jakarta, sedangkan Mama (49 tahun) sampai sekarang masih bekerja di SMPN 78 Jakarta sebagai Bendahara TU (Tata Usaha).
Dwi adalah anak kedua dari tiga bersaudara.. saya memiliki satu kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Kakak perempuan saya bernama Sri Utami yang berumur 23tahun sekarang ia sudah bekerja di Bank Sinarmas sebagai CS (Costumer Service), dwi biasa memanggilnya dengan sebutan Mba tami. Sedangkan adik laki-laki saya bernama Tri Nufus Fahreza yang berumur 15 tahun sekarang ia masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama kelas IX7 Di SMP Yadika 8 Bekasi. Kami biasa memanggilnya dengan sebutan Nufus atau Ade,
Sebelum saya lahir kedua orang tua dan kakak saya bertempat tinggal di Tanggerang bersama Kakek dan Nenek saya dari Bapak. Saya memanggil Kakek dan Nenek dari bapak dengan sebutan Mbah Cowok dan Mbah Cewek. Besamaan dengan pindahnya mbah cowok dan mbah cewek dari Tanggerang, Mama dan Bapak pun ikut pindah. Mbah Cowok dan Mbah Cewek pindah ke daerah Bekasi yaitu di Harapan Baru. Selepas pindah dari rumah di Tanggerang , kedua orang tua saya sudah tidak tinggal bersama lagi dengan Mbah Cowok dan Mbah cewek. Bapak dan Mama pindah kedaerah Jakarta pusat di Cempaka Putih, disana Bapak dan Bapak mengontrak sebuah rumah yang hanyak berjarak beberapa meter dari rumah kakek dan nenk saya dari mama. Saya biasa memanggil mereka dengan sebutan Mbah Akung dan Mbah Kutik. Pasti kalian bertanya mengapa Mama dan Bapak tidak tinggal bersama lagi dengan Mbah Cowok dan Mbah Cewek?? Jawabannya adalah karena Bapak dan Mama ingin mencoba untuk hidup mandiri dan membangun rumah tangganya sendiri, selain itu daerah cempaka putih juga dekat dengan kantor mama, jadi mama tidak terlalu jauh dan capek untuk menuju kantor, maklum pada saat itu mama sedang mengandung aku…
Sejak saya lahir sampai saya berusia 4,5 tahun kami tinggal dirumah kontrakan tersebut. Bahkan Ari-ari waktu saya lahir pun dikuburkan dirumah kontrakan tersebut… hehehe… Setelah Mama melahirkan aku, Mama tetap bekerja. Jika Bapak dan Mama sedang bekerja aku dan Mba Tami dititipkan dirumah Mbah Akung dan Mbah Kutik, maklum kan rumahnya berdekatan. Tapi, tidak selamanya Bapak dan Mama tinggal dirumah kontrakan tersebut. Mereka juga mengingkan sebuah rumah yang bisa mereka beli dari hasil keringat mereka sendiri. Mulai saat itu Bapak dan Mama mulia giat mengumpulkan uang dan mulai mencari-cari rumah yang sesuai dengan selera mereka. Bapak dan Mama mulai mencari rumah di dekat rumah kontrakan kami, tapi saying mereka tidak mendapatkan sebuah rumah yang mereka inginkan. Suatu hari Bapak diberi tahu oleh adiknya yang biasa saya panggil dengan sebutan Om Amang ada sebuah perumahan baru di daerah Bekasi. Lalu tanpa pikir panjang Bapak dan Mama langsung melihat daerah perumahan tersebut dan sekali liat Bapak dan Mama langsung jatuh cinta dengan rumah tersebut. Akhirnya kami pun pindah ke Bekasi, tapi Mba Tami tidak ikut pindah bersama kami ke Bekasi karena pada saat itu dia telah masuk bangku sekolah dan dia tidak bisa pindah dari sekolah tersebut. Akhirnya, kami pun pindah ke Bekasi tanpa Mba Tami. Mba Tami tetap tinggal di Jakarta bersama Mbah Kutik dan Mbah Akung…
Setelah setahun kami tinggal di Bekasi, saya dan Mama mulai mencari sekolah Taman Kanak-kanak disekitar lingkungan rumah kami, karena saya sudah harus masuk TK. Kami pun menemukan sebuah TPA (Taman Pendidikan Anak) AL-JIHAD yang letaknya tidak jauh dari rumah kami. Tak lama setelah saya masuk sekolah Tama Kanak-kanak, adik laki-laki saya lahir.. dan betapa bahagianya saya pada saat itu. Selama kami pindah ke Bekasi, setiap seminggu sekali kami pasti ke Jakarta untuk mengunjungi Mba Tami dan mengontrol perkembangan sekolahnya. Setiap Mba Tami liburan dia yang pulang ke Bekasi dan berkumpul bersama kami di Bekasi.
Setelah saya lulus dari Taman Kanak-kanak, saya melanjutkan ke tingkat sekolah dasar. Tidak jauh dari sekolah TK saya, terdapat sebuah Sekolah Dasar (SD) Nusa Indah I yang sekarang berganti nama dengan Margahayu 11. Saat saya duduk dibangku kelas 5, mbah Akung meninggal dunai. Kejadian tersebut membuat kami sedih sekali. Tapi kesediahan itu perlahan-lahan hilang dan kami sudah mulai untuk mengikhlaskannya. Di SD saya pernah meraih persati peringkat 5 dikelas, saat saya menduduki kelas 6. Saya juga pernah merih prestasi juara 2 dalam lomba Tujuh Belas Agustusan yang diadakan ditempat tinggal kami. Saya lulus SD pada Tahun 2001 dengan nilai NEM yang cukup memuaskan.
Setelah saya lulus dari SD, saya melanjtukan pendidikan Menengah saya di SMP PGRI I Bekasi. Saya mendaftar ke sekolah tersebut bersama mama. Selama saya duduk dibangku SMP saya pernah merih pertasi peringkat 5 saat saya duduk di kelas 1 SMP dari 40 siswa. Pada saat saya duduk di kelas 2, saya meraih peringkat ke 7 dari 40 siswa. Pada tahun 2004, saya lulus dari SMP saya lulus dengan nilai NEM 19.25.
Selesainya dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya melanjutkan sekolah ke SMU YADIKA 8 Bekasi, yang terletak di Pondok Timur. Saat saya duduk dibangku kelas 1 SMU, saya merih pertasi ke 2 di kelas dari 40 orang siswa. Pada saat itu saya berhasil memperoleh bea siswa dari kantor Bapak ku. Saat saya duduk di bangku kelas 2 SMU, mbah cewek meninggal, sama seperti saat kami di tinggalkan oleh mbah akung, pada saat itu kami sekeluarga pun sedih terutama Bapak. Bapak terlihat sedih sekali saat mbah cewek meninggal, tapi dengan berjalannya waktu, Bapak sudah bisa untuk mengikhlaskannya. Saat saya kelas 3 SMU saya masuk kelas IPA, memang mesuk kelas IPA itu merupakan cita-cita dari awal saya masuk SMA. Bapak dan Mama pun berharap saya bisa masuk ke kelas IPA. Dan Alhamdulillah harapan saya pun terkabul…
Pada tahun 2007 saya lulus dari SMU, lalu saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, itu juga merupakan harapan dari kedua orang tua dan mba Tami. Mba Tami banyak memberikan masukan tentang universitas mana saja yang bagus di Jakarta. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ketika saya ingin mendaftar, saya bingung mau masuk mana, latar belakang saya adalah IPA, tapi saya tidak berminat untuk masu Fakultas MIPA. Hasil masukan dari kedua orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk masuk Fakultas Ekonomi dan Program Studi Tata Niaga Non Reguler. Kenapa Non Reguler, Karena saya masuk UNJ melalui Ujian Masuk (PENMABA) bukan dari SPMB atau tes lainnya. Sekarang saya sudah menduduki semester IV.
Cita-cita saya ke depan adalah lulus menjadi Sarjana. Amin. Saya ingin membahagiakan kedua orang tua dengan bekerja sesuai dengan apa yang saya inginkan dan tepat pada waktunya. Jika saya sudah punya uang saya ingin sekali menaikan Haji kedua orang tua saya dan membuat mereka bangga dengan saya.

1 komentar:

  1. Hai....salam Kenal nama gue Flo,...boleh tanya2 gak soal UNJ.....mo nanya soal yg non reguler soalnya...boleh?.....email gue:mybabybluedot@gmail.com...


    Thx

    BalasHapus